20 des 2005
Hari pertama aqu mendengar celoteh ceriamu. Tak bosan ku memandang binar indah di matamu. Yang menghias wajah manismu saat kita pertama bertemu. Kukira hanya jemarimu yang selalu lincah merangkai kata di lembaran kertas. Ternyata bibirmu pun begitu pandai menghipnotisku. Sehingga tak terasa lagi rasa lelahku saat aku harus bertanya kian kemari tuk temukan alamatmu. Berawal dari sebuah atensi persahabatan di radio RRi nasional. Hihihi, maklum dulu blm kenal fb. Lembar demi lembar surat mulai rutin mendatangi alamatku. Sehingga aku menjadi terbiasa untuk membaca dan membalas suratmu. Serasa ada yang hilang saat suratmu terlambat datang. Setelah beberapa bulan aku terbiasa dengan suratmu akhirnya ku putuskan tuk menemuimu. Walaupun kita beda propinsi.
13 feb 2006
Hari ini aku berjanji tuk kembali menemuimu. Sebuah awal dari keterpurukanku yang membuatku tak mau lagi berjanji. Telah terangkai berbagai rencana di hati. Telah kusiapkan sesuatu buat dirimu. Sebagai bukti dan bentuk kasihku padamu. Sebuah kotak mungil yang akhirnya tak pernah ku ulurkan dengan tanganku sendiri. Tak ada binar yang ku rindukan. Tak ada senyum indahmu yang ku inginkan. Tak ku dengar celoteh manjamu. Masih hangat dalam ingatanku pagi itu. Dengan wajah sumringah aku mempersiapkan diri. Kupakai pakaian terbaikku. Ku larikan sepeda motorku dengan berjuta rindu yang ku simpan. Aku tak pernah membayangkan bahwa itu hari terakhir aku bisa menginjak rem sepeda motorku. Hari itulah aku memulai sebuah kenyataan pedih dalam hidupku. Sebuah truk yang menggila tak mampu ku hindari. Yang ku ingat bunyi benda yang saling membentur di tikungan tajam pagi itu. Yang ku tau adalah aku tidak lagi dapat berdiri di atas kedua kaki kokohku keesokan harinya. Hancur saat aku harus merelakan kakiku terpisah dari organ tubuhku yang lain. Dunia terasa pekat. Suaraku menghilang entah kemana. Tulang2 tubuhku seolah tak ada lagi. Hanya air mataku yang mengalir perlahan. Sungguh, aku tak sanggup.
Aku tau kamu kecewa padaku gadis mungilku. Harapan yang telah kamu bangun hancur dalam penantian yang tak berujung. 1 bulan, 2 bulan, hingga bulan ketiga aku baru berani membaca surat2mu yang selama ini kubiarkan tersusun rapi di mejaku. Ku balas dengan 1 lembar surat yang mengatakan aku pindah ke ujung timur. Jangan pernah menungguku.
Valentine datang lagi sayang. Apa kabarmu? Aku terhentak oleh rindu yang tiba2 menusuk relung hatiku. Aku merintih di atas roda.
Rabu, 10 Februari 2010
Senin, 09 November 2009
MA'AF
Aqu tak tau kapan mulainyA. Namun yang jelaz tak ada maksudqu melukaimu. Aqu in9in kau merasa damai di dktku. sun9guH hanyA itu yang qu mau. Ma'afkan jikA q teLah mengg0rez luka di hatimu.
Minggu, 02 Agustus 2009
JANGAN BERBANTAH
Aku pernah berfikir, jika nyawa kita milik Tuhan, mengapa sesama kita bisa dengan begitu mudah menghabisi nyawa orang2 di sekitarnya. Bukankah Tuhan memerintahkan kepada kita untuk tidak membunuh? Dimana letak hati nurani mereka yang dengan begitu saja mengakhiri nyawa sesamanya? Dimana Tuhan saat orang2 yang merasa berhak mengakhiri nyawa sesamanya itu beraksi? Apakah Tuhan tidak peduli terhadap mereka?
Yang pasti Tuhan tetap peduli kepada umatnya. Tuhan tetap hadir ketika anak2Nya akan di hancurkan. Buktinya, Tuhan memberi tanda2 pada beberapa orang supaya selamat. Tuhan menggagalkan atau mengundur waktu buat beberapa orang. Lalu, yang pengen ditanya sie, kenapa ya...Tuhan tidak menggagalkan rencana si jahat aja. Kalo rencana si jahat yang digagalkan, semua kan aman, beres gak pake tangis2an dan sedih2an.
Itulah manusia, susah sekali mengerti rencana Tuhan. Maunya yang instant, praktis. Padahal sesuatu yang instant itu belum tentu baik buat kita. Tapi kalo susu dancow instant sie ya baik buat kita, he,he,he... Manusia kadang menuntut, kenapa Tuhan, selalu kata itu yang di ucapkan. Padahal Tuhan izinkan hal2 buruk itu terjadi dalam hidup kita supaya kita lebih dekat sama Sang Khalik. Lha bumi ini milik siapa? Nyawa ini ada di tangan siapa? Lha, makanya...kalo milik Tuhan ya terserah Tuhan toh mau di apakan. 1 hal yang pasti, Tuhan tidak akan menghancurkan anak2Nya.
Tuhan mau, melalui hal2 yang terjadi di sekitar kita, kita lebih taat lagi sama Tuhan. Kan kita gak tau towh, kapan Tuhan akan mencabut hak kita untuk menikmati udara. Itu sebabnya Tuhan tuh gak ingin kita jadi pemberontak kekuasaan-Nya. Jangan membantah saat Tuhan ingin kita berbuat sesuatu. Karena Tuhan punya rencana yang indah buat kita. Namun kadang kita kurang peka. Saat sesuatu terjadi, kita kadang malah mbatin, kenapa sie Tuhan harus ini yang terjadi. Kadang kita minta kompromi, lewat yang sini saja si Tuhan, jangan yang sana. Lha, yang sebenernya 2h siapa wajib mengatur siapa?
Tapi, emang bener dech, membantah apa yang tidak kita suka itu sepertinya menyenangkan. Tapi, walaupun begitu...kalo bisa sie mbok ya dihapus dari kehidupan kita. Percaya deh, kalo kita taat ama Tuhan, walaupun sulit buat kita, tapi hasilnya, wuiih, luar biasa...lebih menyenangkan. Jadi, jika kamu tau kamu bisa lakukan sekarang, ya jangan tunggu sampai besok.
Ingatlah, membantah kehendak Tuhan tiada guna. Karena Tuhan yang punya kuasa terhadap segala hal.
Yang pasti Tuhan tetap peduli kepada umatnya. Tuhan tetap hadir ketika anak2Nya akan di hancurkan. Buktinya, Tuhan memberi tanda2 pada beberapa orang supaya selamat. Tuhan menggagalkan atau mengundur waktu buat beberapa orang. Lalu, yang pengen ditanya sie, kenapa ya...Tuhan tidak menggagalkan rencana si jahat aja. Kalo rencana si jahat yang digagalkan, semua kan aman, beres gak pake tangis2an dan sedih2an.
Itulah manusia, susah sekali mengerti rencana Tuhan. Maunya yang instant, praktis. Padahal sesuatu yang instant itu belum tentu baik buat kita. Tapi kalo susu dancow instant sie ya baik buat kita, he,he,he... Manusia kadang menuntut, kenapa Tuhan, selalu kata itu yang di ucapkan. Padahal Tuhan izinkan hal2 buruk itu terjadi dalam hidup kita supaya kita lebih dekat sama Sang Khalik. Lha bumi ini milik siapa? Nyawa ini ada di tangan siapa? Lha, makanya...kalo milik Tuhan ya terserah Tuhan toh mau di apakan. 1 hal yang pasti, Tuhan tidak akan menghancurkan anak2Nya.
Tuhan mau, melalui hal2 yang terjadi di sekitar kita, kita lebih taat lagi sama Tuhan. Kan kita gak tau towh, kapan Tuhan akan mencabut hak kita untuk menikmati udara. Itu sebabnya Tuhan tuh gak ingin kita jadi pemberontak kekuasaan-Nya. Jangan membantah saat Tuhan ingin kita berbuat sesuatu. Karena Tuhan punya rencana yang indah buat kita. Namun kadang kita kurang peka. Saat sesuatu terjadi, kita kadang malah mbatin, kenapa sie Tuhan harus ini yang terjadi. Kadang kita minta kompromi, lewat yang sini saja si Tuhan, jangan yang sana. Lha, yang sebenernya 2h siapa wajib mengatur siapa?
Tapi, emang bener dech, membantah apa yang tidak kita suka itu sepertinya menyenangkan. Tapi, walaupun begitu...kalo bisa sie mbok ya dihapus dari kehidupan kita. Percaya deh, kalo kita taat ama Tuhan, walaupun sulit buat kita, tapi hasilnya, wuiih, luar biasa...lebih menyenangkan. Jadi, jika kamu tau kamu bisa lakukan sekarang, ya jangan tunggu sampai besok.
Ingatlah, membantah kehendak Tuhan tiada guna. Karena Tuhan yang punya kuasa terhadap segala hal.
Minggu, 07 Juni 2009
KENANGAN
Sahabat....
Saat hatimu galau di pembaringanmu
Anganmu mengeliat dalam gelisah
Mengenang kebersamaanmu dengan dirinya
Dia memang tak bisa menjadi bintang
Yang memberi jutaan makna di hatimu
Mungkin dirinya datang bagai pelangi
Yang datang menawarkan warna2 indahnya
Namun lalu pergi tanpa bekas
Bagimu dia bagai angin
Yang di suatu saat menyejukkan
Di lain waktu bagai badai yg menghancurkan
Namun ingatlah...
Apapun yang kau rasakan saat ini
Dia pernah membuaimu dengan rasa cinta
Menemanimu di malam2 panjangmu
Melangkah bersama dalam asa
Saat hatimu galau di pembaringanmu
Anganmu mengeliat dalam gelisah
Mengenang kebersamaanmu dengan dirinya
Dia memang tak bisa menjadi bintang
Yang memberi jutaan makna di hatimu
Mungkin dirinya datang bagai pelangi
Yang datang menawarkan warna2 indahnya
Namun lalu pergi tanpa bekas
Bagimu dia bagai angin
Yang di suatu saat menyejukkan
Di lain waktu bagai badai yg menghancurkan
Namun ingatlah...
Apapun yang kau rasakan saat ini
Dia pernah membuaimu dengan rasa cinta
Menemanimu di malam2 panjangmu
Melangkah bersama dalam asa
KEDEWASAAN
Ku tak tahu berapa lama luka itu ada,
Yang aku tau, dukanya luka...
Takkan pernah menghancurkanku
Karena bahagia dan lara
Adalah anugrah
Yang di berikan Tuhan kepada kita.
Untuk menguji makna arti dewasa
Yang aku tau, dukanya luka...
Takkan pernah menghancurkanku
Karena bahagia dan lara
Adalah anugrah
Yang di berikan Tuhan kepada kita.
Untuk menguji makna arti dewasa
DAMBA
AndAi saat ini...
Kau ada disini
In9iN kututurkan s'buah cerita
TentaNg ciNta dAn Luka
Agar pupus sepi di dada.
Andai kata setia masih ada
Kan kunanti kau disini
Agar tak ada luka
Di akhir cerita....
Kau ada disini
In9iN kututurkan s'buah cerita
TentaNg ciNta dAn Luka
Agar pupus sepi di dada.
Andai kata setia masih ada
Kan kunanti kau disini
Agar tak ada luka
Di akhir cerita....
Senin, 20 April 2009
Penantian Tak Berujung
Tahukah kamu...
Kadang aku merasakan kehadiranmu
Namun aq tak melihat sosokmu
Aku menikmati setiap kehangatanmu
Tetapi ku tak mampu menyentuhmu
Salahkah jika aq kadang ragu
Terhadap asa yang ada
Mampukah aku mengiring langkahmu
Yang kadang membuatku letih
Karena ku ingin kau beri ku waktu
Untukku genggam jemarimu
Untukku menatap lembut wajahmu
Buatku menikmati binar indah bola matamu
Dan mendengar celotehmu di antara senyum manismu
Terlalu sulitkah bagimu
Untuk memberikan kesempatan itu?
Sampai kapankah penantianku
Bila asaku untuk memelukmu kan nyata
Sampai saat ini
Ku tetap tegar
Karena ku yakin kau juga merindukan
Semua rasa yang ku angankan
Kasihku,
Di sini aku slalu ada untukmu
Kadang aku merasakan kehadiranmu
Namun aq tak melihat sosokmu
Aku menikmati setiap kehangatanmu
Tetapi ku tak mampu menyentuhmu
Salahkah jika aq kadang ragu
Terhadap asa yang ada
Mampukah aku mengiring langkahmu
Yang kadang membuatku letih
Karena ku ingin kau beri ku waktu
Untukku genggam jemarimu
Untukku menatap lembut wajahmu
Buatku menikmati binar indah bola matamu
Dan mendengar celotehmu di antara senyum manismu
Terlalu sulitkah bagimu
Untuk memberikan kesempatan itu?
Sampai kapankah penantianku
Bila asaku untuk memelukmu kan nyata
Sampai saat ini
Ku tetap tegar
Karena ku yakin kau juga merindukan
Semua rasa yang ku angankan
Kasihku,
Di sini aku slalu ada untukmu
Langganan:
Postingan (Atom)