Putri malam perlahan melangkah
Menyusur lamban menjemput
Pangeran senja yang bertengger elok di ufuk barat
Membawa terbang ke alam gelap yang kian pekat
Mengajak bermanja diantara kerlip bintang
Bergerak indah mengikuti irama
Yang didendangkan serangga malam
Meliuk elok di bawah temaramnya sang bulan
Sang putri dan Pangeran terus berkelana
Menjelajahi negeri awan
Terus melangkah menyusuri lorong waktu
Hingga fajar menjemput Putri malam
Dan membawanya pergi
Namun sang putri telah berjanji
Akan datang kembali
Menjemput sang pangeran
Dan kembali berkelana
Disepanjang malam yang ada.
Jumat, 06 Maret 2009
Ruang UGD
Anda pasti sudah tahu, apa itu ruang UGD. Sebuah ruangan untuk memperjuangkan nyawa seseorang, dimana orang itu sendiri mungkin, kurang menyadari bahwa orang lain yang menunggunya selalu berdebar. Saya pernah menyaksikan sebuah adegan di ruang UGD pada sebuah sinetron. Seorang gadis yang sedang menderita sebuah penyakit mematikan sedang dibawa menuju ruang UGD. Ayah sang gadis tampak sangat sedih dan tegang sekali. Lalu sang ayah berkata pada dokter supaya dokter menyembuhkan anaknya. "Tolong dok, sembuhkan anak saya. Berapapun biayanya saya akan membayarnya," ujar sang ayah. "Iya, saya akan berusaha pak. Tapi, Tuhan lebih berkuasa, berdo'alah." Jawab dokter sambil tersenyum.
Saat itulah saya menyadari, betapa berharganya sebuah nyawa. Sampai-sampai orang berani membayar berapapun. Namun, apakah kita menyadari hal itu di saat kita sedang sehat. Apakah orang juga menyadarinya dikala orang itu sedang berada di puncak kejayaannya. Apalagi seseorang yang merasa memiliki uang dan kekuasaan. Kadang seseorang menganggap bahwa uang dapat mengatur segalanya, termasuk membeli sebuah atau banyak nyawa. Padahal, disaat detik2 menghadapi maut, apa yang bisa membelinya. Atau apa yang bisa mencegahnya? Harta sebanyak apapun tidak berharga. Kedudukan dan kekuasaan setinggi apapun tak dapat mencegahnya. Dan ilmu pendidikan, teknologi yang secanggih dan semutahir apapun, tak dapat menyelamatkan nyawa dari maut. Jika Tuhan punya kehendak, tak satupun berguna.
Maka dari itu saudaraku, ingatlah akan apa yang anda jalani. Setinggi apapun kekuasaanmu, sepintar apapun otakmu, sebanyak apapun hartamu, satu hal, jangan sombong. Karena saat Tuhan hendak menghentikan nafas anda dan anda tidak mengingini, apapun tak dapat membeli nyawa anda. Apapun yang anda miliki saat ini, itu hanya sementara. Mengucap syukurlah dan tetap rendah hati. Karena keberhasilan yang anda miliki, tidak lepas dari campur tangan Tuhan.
Mengingat hal ini, saya sedih jika melihat seseorang yang menganggap uang punya kuasa. Saya sedih saat seseorang tak peduli pada apapun dan siapapun. Padahal, jika orang itu berada di ruang UGD, tak ada lagi daya. Tak ada kuasa. Tak ada kepintaran yang berguna. Tak ada uang yang membeli sebungkus nyawa yang sudah di kemas Tuhan. Dan kita pun tidak tahu, kapan kita akan menghadapi ruang UGD.
Saat itulah saya menyadari, betapa berharganya sebuah nyawa. Sampai-sampai orang berani membayar berapapun. Namun, apakah kita menyadari hal itu di saat kita sedang sehat. Apakah orang juga menyadarinya dikala orang itu sedang berada di puncak kejayaannya. Apalagi seseorang yang merasa memiliki uang dan kekuasaan. Kadang seseorang menganggap bahwa uang dapat mengatur segalanya, termasuk membeli sebuah atau banyak nyawa. Padahal, disaat detik2 menghadapi maut, apa yang bisa membelinya. Atau apa yang bisa mencegahnya? Harta sebanyak apapun tidak berharga. Kedudukan dan kekuasaan setinggi apapun tak dapat mencegahnya. Dan ilmu pendidikan, teknologi yang secanggih dan semutahir apapun, tak dapat menyelamatkan nyawa dari maut. Jika Tuhan punya kehendak, tak satupun berguna.
Maka dari itu saudaraku, ingatlah akan apa yang anda jalani. Setinggi apapun kekuasaanmu, sepintar apapun otakmu, sebanyak apapun hartamu, satu hal, jangan sombong. Karena saat Tuhan hendak menghentikan nafas anda dan anda tidak mengingini, apapun tak dapat membeli nyawa anda. Apapun yang anda miliki saat ini, itu hanya sementara. Mengucap syukurlah dan tetap rendah hati. Karena keberhasilan yang anda miliki, tidak lepas dari campur tangan Tuhan.
Mengingat hal ini, saya sedih jika melihat seseorang yang menganggap uang punya kuasa. Saya sedih saat seseorang tak peduli pada apapun dan siapapun. Padahal, jika orang itu berada di ruang UGD, tak ada lagi daya. Tak ada kuasa. Tak ada kepintaran yang berguna. Tak ada uang yang membeli sebungkus nyawa yang sudah di kemas Tuhan. Dan kita pun tidak tahu, kapan kita akan menghadapi ruang UGD.
Rabu, 04 Maret 2009
Biarkan Aku Mengingatmu
Kau adalah asa tertinggiku
Yang begitu ingin kurengkuh
Yang hingga detik ini belum terhapus
Dari alam fantasiku
Kau pribadi yang sempat merebut
Seluruh anganku dengan mantramu
Saat dengan ringannya
Kau melambungkan anganku ke alam yang tak ku kenal
Ku terus mengikuti
Menikmati senandung yang kau dendangkan
Menyusuri setiap tapak
Dengan asa yang kau tabur
Dengan kata-kata keramatmu kau memujaku
Dengan benda-benda bertuah sebagai hadiah
Dengan wujud gaib kau melindungiku
Kau begitu memesonaku
Bahkan disaat kau telah pergi
Ke alam yang semakin asing bagiku
Aku tetap mengingatmu
Sebagai sosok yang ku rindukan
Sebagai pribadi yang ku impikan
Dan ketika aku harus melepasmu
Aku hampir memberontak tak merelakanmu
Kini...
Biarkan aku melangkah
Izinkan aku menyusuri jejak baru
Dengan tetap menyimpan catatan kita
Di tempat yang tak terjangkau
Biarkan semua itu tetap menjadi milikku
Yang begitu ingin kurengkuh
Yang hingga detik ini belum terhapus
Dari alam fantasiku
Kau pribadi yang sempat merebut
Seluruh anganku dengan mantramu
Saat dengan ringannya
Kau melambungkan anganku ke alam yang tak ku kenal
Ku terus mengikuti
Menikmati senandung yang kau dendangkan
Menyusuri setiap tapak
Dengan asa yang kau tabur
Dengan kata-kata keramatmu kau memujaku
Dengan benda-benda bertuah sebagai hadiah
Dengan wujud gaib kau melindungiku
Kau begitu memesonaku
Bahkan disaat kau telah pergi
Ke alam yang semakin asing bagiku
Aku tetap mengingatmu
Sebagai sosok yang ku rindukan
Sebagai pribadi yang ku impikan
Dan ketika aku harus melepasmu
Aku hampir memberontak tak merelakanmu
Kini...
Biarkan aku melangkah
Izinkan aku menyusuri jejak baru
Dengan tetap menyimpan catatan kita
Di tempat yang tak terjangkau
Biarkan semua itu tetap menjadi milikku
ASBAK (asal tebak)
¤ Apa persamaan batu dan buta?
> Sama2 tidak baik untuk mata
¤ Ketan cap apa yang menyakitkan?
> Ketancap paku
¤ Kenapa Superman pake jubah di belakang?
> Kalo di depan dikira mau cukuran
¤ Kenapa nyamuk lebih kurus dari lalat?
> Karena nyamuk suka begadang
¤ Kalo berdiri dia tidur, kalo tidur dia berdiri, apa hayo?
> Telapak kaki
> Sama2 tidak baik untuk mata
¤ Ketan cap apa yang menyakitkan?
> Ketancap paku
¤ Kenapa Superman pake jubah di belakang?
> Kalo di depan dikira mau cukuran
¤ Kenapa nyamuk lebih kurus dari lalat?
> Karena nyamuk suka begadang
¤ Kalo berdiri dia tidur, kalo tidur dia berdiri, apa hayo?
> Telapak kaki
Selasa, 03 Maret 2009
NAMA ASLI NYAMUK
Wawan : Siapa nama asli nyamuk?
Wiku : Mosquito!
Wawan : Salah! Mosquito itu saudaranya pinocchio. Nama aslinya nyamuk adalah 'Tatang', kan ada lagunya..."Tatang seekor nyamuk....HAP....lalu di tangkap"
Wiku : Mosquito!
Wawan : Salah! Mosquito itu saudaranya pinocchio. Nama aslinya nyamuk adalah 'Tatang', kan ada lagunya..."Tatang seekor nyamuk....HAP....lalu di tangkap"
SUAMI BINGUNG
Ada suami yang suatu hari ngomong ama istrinya, "Sampai sekarang gue kagak ngerti, kenapa elo bisa bego tetapi tetep aja cantik." Istrinya menjawab, "Nich dech gue jelasin. Tuhan ciptain gue cantik biar elo suka ama gue, tapi gue juga di bikin bego ama Tuhan biar gue suka ama elo."
ARTIKEL
Seorang suami bicara kepada istrinya, "Ma, baca dech artikel ini. Menurut artikel ini, cewek bisa memakai 30.000 kata/hari, sementara cowok cuma 15.000 kata/hari". Istrinya langsung nyaut, "Itu mah gara-gara cewek kudu ngulang-ngulang apa yang di omongkanya pada cowok". Suaminya langsung bertanya, "Apa ma?"
Langganan:
Postingan (Atom)